Yayasan Simpul Berkat: Meneruskan!

Yayasan Simpul Berkat adalah yayasan yang bergerak dalam bidang keagamaan dan sosial, yang didirikan pada 20 Februari 2019. Yayasan ini berpegang pada pemahaman iman dan mewujudnyatakan iman yang bersumber dari Alkitab serta menyalurkan berkat yang diterima dari Tuhan kepada yang lain.


Bioskop Natal: Festival Film Abadi

Divisi SABDA Me+DIA kali ini akan berbagi tentang satu topik yang dapat digunakan untuk memaknai Natal secara kreatif tahun ini. Kita akan bersama-sama belajar tentang cara film dapat menjadi sarana yang sangat efektif untuk mewartakan kisah abadi Allah kepada manusia. Berikut ulasan mengenai "Bioskop Natal: Festival Film Abadi".


Kartidaya: Sahabat Suku-Suku di Indonesia

Pernahkah terpikir di benak Anda, sejauh mana firman Tuhan dapat dibaca dan dimengerti oleh seluruh penduduk di negeri yang kaya akan bahasa ini? Dari sekian banyak suku bangsa dan bahasa itu, sudahkan mereka terjamah oleh kebenaran firman-Nya dengan bahasa yang dapat mereka mengerti?


Cara Praktis Menikmati Isi Alkitab Untuk Remaja Pemuda

Pertama, kita perlu memotivasi remaja dan pemuda untuk membaca Alkitab dan menikmati pesan kuncinya. Tidak mungkin orang menikmati pesan yang ada kalau mereka tidak dapat membaca pesan itu dengan baik.


Metanarasi Alkitab: Misi Allah

Kita akan belajar tentang misi Allah. Di dalam kelas misi, ada satu pertanyaan yang sangat penting, "Pada ayat mana sebenarnya Tuhan memanggil manusia untuk bermisi? Pada saat apa sebenarnya Tuhan memulai misi-Nya?". Sulit sekali bagi setiap orang untuk betul-betul dengan jelas menyampaikan jawaban atas pertanyaan ini.


Memahami Perjanjian Lama sebagai Fondasi untuk Memahami Perjanjian Baru

Ada lima cara yang digunakan para ahli untuk memahami Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dalam kelima cara ini, bukan berarti yang satu lebih baik dari yang lainnya. Tetapi kita dapat menggunakan kelimanya agar kita dapat melihat secara keseluruhan hubungan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.


Christian/Biblical Digital Quotient

IT for God artinya adalah teknologi berasal dari Tuhan dan harus dipakai untuk kemuliaan Tuhan. Dan landasan yang SABDA gunakan adalah Kolose 1:16-17. Selama 25 tahun ini, mindset SABDA terhadap teknologi tidak pernah berubah, dan tentunya ini tidak selalu berjalan mulus, SABDA menjalankannya dengan penuh pergumulan dan tantangan. Tetapi SABDA sangat sadar, bukan hanya SABDA yang mengalami hal tersebut, masyarakat pada era digital ini juga mengalami tantangan yang luar biasa, dikarenakan dampak pergeseran mindset terhadap teknologi.


Misi + Gereja pada Era Digital

Dalam artikel sebelumnya, kita sudah membahas tentang Digital Quotient, yang dalam arti sekulernya adalah kebutuhan utama identitas budaya manusia pada zaman ini. Mengapa dikatakan demikian? Karena segala sesuatu yang kita hadapi sekarang ini, baik di dunia maya maupun dunia nyata, tergabung menjadi satu, yang disebut dengan dunia digital. Digital Quotient adalah gabungan antara kecerdasan literasi dan kedewasaan dalam menggunakan digital.


Benarkah Kita Sedang Mengkhotbahkan Alkitab?

Tidak ada hamba Tuhan yang ingin dikatakan bahwa dia tidak mengkhotbahkan Alkitab. Itu menyinggung perasaan. Mengapa? Sebab, itu seharusnya memang tugas dari hamba Tuhan. Itu yang mereka lakukan dalam tugas pelayanannya. Ini menyangkut integritas. Sepertinya kalau hamba Tuhan ditanya, "Benarkah kamu sedang mengkhotbahkan Alkitab?", maka integritasnya sedang tidak dipercaya. Seolah-olah mereka membohongi jemaat. Lalu, pertanyaan semacam itu juga bisa berarti meragukan kerohaniannya. Yang jelas, pertanyaan semacam ini akan tidak enak untuk diberikan kepada yang lain. Oleh karena itu, mari kita bertanya kepada diri sendiri. Benarkah kita sedang mengkhotbahkan Alkitab?


Ibadah Online yang Interaktif

Selain karena pandemi, saat ini yang menjadi dorongan untuk kita beribadah secara online adalah karena dunia saat ini sudah digital. Tentunya gereja pun seharusnya sudah digital supaya kita tidak ketinggalan. Jadi, sehubungan dengan kondisi saat ini, yang menjadi topik artikel ini, adalah bagaimana kita dapat menjadikan ibadah gereja online bersifat interaktif supaya kita dapat menarik perhatian dan terus membina komunitas gereja yang kukuh dan sehat?