Leadership Development: Strategies for the New Normal

Pengembangan kepemimpinan dalam diri adalah keniscayaan. Namun dalam masa pandemi ini para pemimpin ditantang untuk mengembangkan diri di luar cara-cara biasa. Mari belajar bersama pengembangan diri pemimpin secara khusus dan tepat.


[slide 1] Selamat pagi. Selamat siang Bapak, Ibu, Saudara-saudara yang telah mendengar dan menyaksikan. Mungkin ada yang baru pertama kali ataupun ada yang sudah selalu mengikuti program SABDA. Dan saya berterima kasih kepada pemimpin SABDA dan juga teman-teman, staf pelayanan yang begitu gigih membagikan pengetahuan, ilmu, dan semua yang ada di sekitar kita dalam masa new normal ini untuk kita semua diperlengkapi.


Saya ingin menyampaikan tentang satu topik tentang "Leadership Development: Strategies for The New Normal". Izinkan saya memperkenalkan diri. Saya seorang yang menekuni bidang kepemimpinan Kristen, secara khusus kepemimpinan di bidang penggembalaan. Walaupun saya terlibat dalam mengajar dan juga organisasi, namun 'passion' atau panggilan Tuhan buat saya adalah bagaimana memperlengkapi gembala, sebagai teman sejawat, dalam pelayanan. Itu sebabnya, saya 'travel' banyak, keliling Indonesia menyampaikan pelatihan seminar. Dalam masa new normal ini, Tuhan memakai teknologi untuk saya berbicara di depan Bapak, Ibu, Saudara-saudara. Izinkan saya membagikan apa yang menjadi pesan yang saya dapat dari Tuhan sendiri dan juga pengalaman di dalam berjumpa dengan para gembala. Hari ini, saya mengajak kita melihat leadership development: strategies for the new normal. Bagaimana strategi kita menghadapi situasi yang baru ini?


[slide 2] Hari ini, kita mulai dengan masalah terlebih dahulu. Apa masalah dalam pengembangan kepemimpinan dalam kehidupan kita, pribadi maupun kehidupan dalam kepemimpinan di gereja? Saya rasa masalahnya ada dua. Yang pertama, kita terlalu banyak ilmu kepemimpinan saat ini sehingga kadang-kadang membingungkan mana yang harus dipakai. Harus jujur, kita menemukan terlalu banyak definisi, terlalu banyak teori, terlalu banyak hal, sehingga Saudara ingin mempelajarinya dan Saudara bingung. Kenapa bisa membingungkan? Karena memang filosofi dasar daripada materi-materi kepemimpinan itu berbeda-beda. Makanya di setiap waktu fakultas saya, kebetulan dosen dan asesor ban-pt, juga disertai keliling Indonesia melihat fakultas atau sekolah-sekolah. Saya melihat di mata kuliah-mata kuliah, fakultas-fakultas, ada mata kuliah kepemimpinan di fakultas-fakultas mana pun di Indonesia ini. Dan tetapi basic/dasar fondasi dari nilai-nilai kepemimpinan itu, ilmu kepemimpinan. Mungkin namanya sama, tapi basic-nya berbeda. Mereka mungkin berfokus pada profit oriented, "money oriented", orientasi kepada financial, keuangan, sedangkan basic kepemimpinan Kristen berbicara tentang ministry, pelayanan. Kita harus melihat akan hal itu.


Ada perbedaan-perbedaan yang sangat mendasar dalam filosofi. Filosofi kepemimpinan yang lain mungkin berbicara tentang bagaimana saya fokusnya, tetapi kepemimpinan Kristen berbicara tentang pelayanan, ministry. Menjadikan orang-orang itu kita bawa kepada agendanya Tuhan. Nah ini yang menjadikan perbedaan-perbedaan itu, sebabnya saya mengajak Saudara mulai discerning nih. Mulai memilih kepemimpinan mana yang harus dikembangkan dalam profesi dan apa yang terjadi panggilan dalam kehidupan sekarang. Mungkin ada di sini yang fulltimer, ada yang aktivis gereja, ada yang manajer atau apa pun pekerjaan mereka harus mulai memilih ilmu-ilmu kepemimpinan itu.


Kemudian, yang kedua, masalah kepemimpinan. Di satu ekstrem yang lain, banyak mengikuti ilmu kepemimpinan, tapi pada ekstrem yang lain merasa tidak perlu karena mereka ada teori yang saya pernah baca. Sebuah buku di Alkitab tidak berbicara kepemimpinan, katanya, hidup bicara tentang kehambaan katanya. Jadi, dia menolak teori kepemimpinan yang dia merasa tidak perlu belajar kepemimpinan ini. Juga ada ekstrem yang lain sehingga dia tidak perlu melakukan continuing education atau pendidikan yang berkelanjutan dalam hidup dia sebagai seorang pemimpin. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pemimpin. Kemudian, masalah-masalah ini coba kita sekarang mau kembangkan dulu. Apa yang harus kita lakukan.


[slide 3] Saudara waktu kita bicara pengembangan kepemimpinan, hendaknya yang pertama-tama harus terlebih dahulu menguasai basic principle, prinsip-prinsip dasar kepemimpinan. Ini penting sekali bagi saudara-saudara. Mungkin Saudara bukan fulltimer atau seorang hamba Tuhan, pendeta, tapi saudara seorang profesional. Siapa pun dia, yang menjadi pendengar hari ini, saya ingin mengatakan Saudara harus menguasai prinsip-prinsip dasar kepemimpinan.


Saya menjadi pemberi seminar di Hagai Institut. Mereka juga hamba Tuhan, ada juga pebisnis, ada juga pegawai, karyawan, dan sebagainya, dan sekarang saya mengembangkan pelayanan, terlibat dalam pelayanan bersama dengan partner di Indonesia, yaitu namanya Internasional Leadership Institute yang bermarkas di Amerika Serikat. Kami akan mengadakan seminar bulan depan. Kami menemukan bahwa setelah berjumpa dengan para pemimpin dari berbagai level, kami menemukan satu fakta penting bahwa sebelum kita mengembangkan kepemimpinan yang ada pada diri Saudara, yang Tuhan taruh pada diri Saudara, perlu menguasai dulu basic-nya, yaitu basic-nya apa, Saudara harus merumuskan dalam diri Saudara apa itu definisi kepemimpinan dalam hidup sekarang. Mungkin banyak Saudara yang belajar kepemimpinan dipengaruhi oleh John Maxwell. Ia mengatakan leadership is influence. Saya senang menyaksikan John Maxwell dan banyak dalam awal-awal pengembangan kepemimpinan, saya belajar dari dia. Tetapi satu kata tidak cukup menjelaskan definisi kepemimpinan influence, misalnya, karena tergantung orang yang mengisinya akan definisi itu. Bisa jadi influence untuk apa? Untuk memengaruhi orang. Untuk apa? Supaya dapat untuk diri saya atau bagaimana memanfaatkan orang lain, memperalat orang lain, menjadikan anggota gereja, misalnya hanya sebagai alat untuk potensi, untuk mencapai Keinginan kita, dan sebagainya. Bukan itu definisi kepemimpinan. Saya tidak menentang dengan konsep pengaruh, tetapi saya hanya ingin ditambahkan makna itu.


Bagi saya, setiap Saudara yang hadir di sini perlu terlebih dahulu memiliki personal definition. Definisi pribadi yang menjadi definisi Saudara. Bagi saya, kepemimpinan saya dipengaruhi oleh Oswald Sanders yang sangat tua bukunya, tapi cukup klasik sekali. Namanya kepemimpinan rohani atau spiritual leadership, dan juga ia mengatakan definisi kepemimpinan saudara sedang membawa orang yang dipimpin itu ke dalam agendanya Tuhan. Inilah yang disebut dengan kepemimpinan rohani; membawa orang kepada agenda Tuhan. Ini yang saya pegang sampai hari ini. Bagaimana saya menuntun orang-orang yang saya pimpin ke dalam agenda Tuhan? Apa yang karunia yang ada pada dia? Apa kelebihan yang Tuhan taruh dalam hidup dia. Saya sedang membawa dia, menuntun dia bersama untuk mencapai maksud- maksud Tuhan secara maksimal di dalam kehidupan dia. Yang penting sekarang memiliki definisi bagi diri Saudara.


Yang kedua, dasar kepemimpinan itu apa. Saya melihat ada audiens di sini adalah mantan murid saya. Dia sudah tahu pilar yang saya punya. Saya dalam kepemimpinan harus punya pilar, punya dasar. Bagaimana dasar seorang menjadi pemimpin yang kokoh, yang hebat, yang dipakai Tuhan. Saya telah melihat tiga ini ada, yaitu pemimpin rohani itu adalah pemimpin yang spiritual, pemimpin yang rohani, spiritual leadership. Dia seperti Abraham, Musa, Daud, dan Paulus, semua memiliki kehidupan rohani yang sangat solid sekali. Inilah yang saya pelajari dan kita bisa mengambil kesimpulan pilar kepemimpinan itu spiritual. Abraham seorang pendoa syafaat ketika dia harus berdoa tentang Lot dan seterusnya. Ini hanya satu contoh yang saya bisa sebutkan. Saya tidak ada waktu banyak untuk menjelaskan spiritual leadership, tapi nanti pada waktu pengembangan saya akan jelaskan. Ini yang pertama.


Yang kedua, servant leadership. Kepemimpinan yang berdasarkan hamba. Yesus dengan jelas sekali barangsiapa ingin menjadi besar, barangsiapa yang ingin menjadi terkemuka, barangsiapa ingin yang ingin dipakai Tuhan, maka dia harus menjadi pelayan. Dia menjadi hamba. Ini bicara soal karakter; karakter tentang siapa diri kita yang sesungguhnya. Nanti kita akan kembangkan itu dalam pengembangannya.


Kemudian, yang ketiga adalah transformatif. Seorang yang mengatakan dirinya menjadi pemimpin, ia harus memiliki semangat berubah. Abraham dipanggil untuk bukan dia atas berkat dan mendapat berkat saja, tapi dia pergi meninggalkan tanahnya menuju ke tanah Kanaan. Musa begitu juga memimpin umat Israel dari perbudakan kepada tanah perjanjian, dan seterusnya. Dan seterusnya. Ada misi besar untuk melakukan perubahan. Pemimpin yang diberkati, pemimpin yang hebat, di mana pun dia di gereja ataupun di dunia sekuler. Dia tetap punya panggilan untuk melakukan perubahan. Bukan hanya sekadar melanjutkan, best principle. Inilah prinsip-prinsip dasar kepemimpinan yang Saudara harus punya. Hari ini, sebelum memasuki bagaimana strategi new normal, maka saya ingin Saudara para pemimpin yang hadir di sini memiliki saya titip pesan ini selalu memiliki pertanyaan


[Slide 4] How itu bagaimana? Tentu itu adalah aplikasi untuk mereka yang mungkin, pemimpin gembala, yang akan mengerjakan itu. How ini kalau Saudara tahu, Saudara akan bagus bisa menjadi seorang manajer. Saudara bagus menjadi seorang gembala. Tetapi jika ingin menjadi pemimpin rohani yang hebat dan bertumbuh, maka pertanyaan yang penting adalah Why. Itu terlebih dahulu. Mengapa misalnya di suatu gereja. Anda ditaruh di suatu gereja, ini saya pakai satu contoh gereja karena saya memang expertise-nya di gereja. Misalnya ada sistem gereja yang penempatan, Saudara ditaruh di suatu gereja. Waktu Saudara kebaktian pertama ada 100 kursi, misalnya. Di gereja itu, yang duduk di kursi itu, yang datang hari Minggu, hanya 30. Maka pemimpin yang baik akan bertanya mengapa ada kursi 100, tetapi yang datang hanya 30. Why? Hal ini penting. Ini bertanya kepada orang-orang tua kita di gereja yang ada terlebih dahulu pengurus gereja. Dia berkata memang jemaat kita hanya 30, tapi kita taruh kursus 100 supaya nanti bertumbuh. Berarti mereka ada ekspektasi dan ada harapan, maka kita akan mengerjakan itu. Atau, tiba-tiba dia mengatakan, Pak dulu memang 100 sekarang berkurang karena ada konflik. Saudara akan menemukan bagaimana Saudara menolong jemaat menyelesaikan masalah konflik. Why is important. Penting sekali pemimpin punya satu pertanyaan mengapa. Setiap ada event dalam hidup, ada apa yang ada dalam kehidupan Saudara, Saudara harus bertanya why baru what, dan kembali how to do it.


Hal ini penting sekali. Misalnya waktu Saudara masuk di gereja. Saya pakai contoh satu lagi. Baru Saudara masuk di gereja, ada banyak kulkas bekas ada di taruh di sudut ruangan di gudang. Saudara melihat kursi-kursi bekas dan semuanya harus bertanya: Mengapa disimpan? Di sini ada yang bilang tidak tahu untuk apa disimpan; hanya untuk tidak dibuang saja tidak digunakan. Saudara mulai bertanya semua. Mengapa gereja tidak ada plangnya, dan sebagainya dan sebagainya. Saya tidak bisa panjang lebar menjelaskan, tetapi saya titip pesan pertanyaan mengapa adalah pertanyaan seorang pemimpin. Dia adalah pemimpin yang akan menjadi pemimpin yang besar. Jika dia selalu bertanya dalam setiap event, why.


[slide 5] Nah sekarang membawa kita kepada bagaimana kita mengembangkan kepemimpinan dalam masa era new normal. Maka berdasarkan basic pilar kepemimpinan yang saya miliki, saya mengembangkannya. Yang pertama adalah pengembangan di bidang spiritualitas. Bagi Saudara-saudara yang entah dia seorang fulltimer, kaum profesional di tempatnya masing-masing, dia perlu memiliki disiplin dalam doa dan devosional Life kepada Tuhan. Kenapa saudara ini penting? Karena setelah saya bertanya kepada para gembala di seluruh Indonesia dalam masa covid ini, ternyata permintaan jemaat terhadap doa ini sangat tinggi. Saya harus mengatakan kehadiran mereka di kebaktian-kebaktian online belum tentu minatnya tinggi, mungkin ada faktor masalah paket data dan sebagainya, tetapi minat kehadiran mereka, kebutuhan mereka untuk didoakan sangat tinggi. Ini yang perlu kita ketahui dalam masa new normal ini. Maka para pemimpin harus bertanya sudahkah kehidupan doa saya itu kualitasnya sudah baik. Mengapa misalnya Saudara punya kebaktian doa di gereja, sangat sedikit yang hadir? Saudara harus bertanya itu. Bagaimana dengan kehidupan doa Saudara? Ini harus menjadi perhatian penting karena di dunia sekuler Anda membutuhkan suatu wibawa. Misalnya dalam orang yang melayani kerja di bidang asuransi. Saya pernah menjadi penyeminar di kalangan mereka yang terlibat dalam pelayanan asuransi. Mereka membutuhkan wibawa dalam berbicara. Saya katakan bahwa wibawa itu tidak dapat diambil dari jimat, dari apa pun, tapi wibawa itu datang dari Tuhan, dalam hubungan engkau dengan Tuhan, dalam devosional engkau dengan Tuhan. Apalagi seorang hamba Tuhan yang berbicara dengan wibawa surgawi diterima dalam pengajaran dan pemuridan, maka penting menyediakan pelayanan disiplin rohani. Pertanyaannya adalah bukan how many hour do you spend with God. Pertanyaannya How many hours do you spend with God. Bukan soal berapa lama berdoanya, tetapi seberapa banyak Saudara bersama dengan Tuhan sepanjang hari. Dalam hal apa? Bagaimana dengan membaca Alkitab? Bagaimana dengan devosi Saudara? Bagaimana dengan membaca buku-buku rohani? Bagaimana dengan kegiatan-kegiatan platform di media sosial yang sekarang begitu banyak? Apakah Saudara mau menyediakan waktu itu lebih banyak lagi ini? Sering kali dalam grup hamba Tuhan sekarang hanya berdoa satu atau dua menit. Kami berharap itu bisa ditingkatkan mungkin menjadi 5 menit menjadi 10 menit, tapi kemudian dia kita mendengarkan eksposisi membaca menjadi bagian penting. Para pahlawan iman dalam sejarah gereja minimal mereka menyediakan waktu 2 jam bersama dengan Tuhan setiap hari. Penting sekali kita memikirkan karena kita bukan pemimpin-pemimpin yang lain, tetapi pemimpin rohani. Dan, ini harus kita ingat akan hal itu.


Kemudian bagaimana dengan pelayanan mendoakan orang lain, pelayanan pastoral? Ini juga penting dikembangkankan. Saya selalu mengingatkan para gembala di seluruh Indonesia, pastikan mereka didoakan. Make sure itu didoakan, disebut dalam doa, dan itu menjadi suatu kekuatan yang besar dalam pelayanan kepemimpinan Saudara. Saudara mengembangkan pelayanan pastoral umum, Saudara membuat doa syafaat yang panjang itu keliru, tetapi pelayanan sepanjang Minggu yang lain terus bisa dikembangkan pelayanan doa yang mapan dan mantap. Saya melihat gereja-gereja besar di Jakarta. Saya baru pindah 4 setengah tahun yang lalu ke Jakarta, saya menemukan gereja-gereja itu bukan menekankan pada musiknya atau lampu-lampunya, tetapi waktu selesai gereja ada anak muda muda yang berdiri memasang plang apakah yang akan kami bisa doakan. Mereka ajak orang-orang berdoa dalam masa new normal ini. Ministry penting sekali doa pelayanan pastoral ini. Doa juga sangat penting dalam persiapan khotbah Saudara. Dan, Saudara penting menciptakan yang disebut dengan dalam masa era normal ini, saya berharap Saudara melakukan pergerakan doa. Jangan merasa oh saya tidak mau ikut-ikutan. Saudara buat gerakan doa, jangan tidak membuat gerakan doa. Ini prinsip dasar yang saya tidak sempat jelaskan prinsip dasarnya untuk membuktikan bagaimana para pemimpin rohani mementingkan doa, tetapi saya berharap Saudara tahu prinsip doa ini dan mulai mengembangkan pelayanan kerohanian ini. Ini yang pertama.


Yang kedua adalah pengembangan karakter. Karakter berbicara tentang siapakah diri kita, baik ketika ada orang maupun tidak ada orang. Maka dalam masa-masa pandemi ini di era baru ini, maka kita akan bertemu dengan karakter Kristus yang ditunggu-tunggu oleh jemaat orang-orang di sekitar kita. Karakter di mana Saudara memedulikan orang-orang di sekitar kita. Pengembangan karakter itu adalah dalam hal apa. Dalam hal speech. Bagaimana komunikasi Saudara, perkataan Saudara? Bagaimana cara memasang status di media sosial? Saudara penting bagi seorang pemimpin bagaimana dia menampilkan komunikasinya. Perkataan dia harus dikembangkan tidak boleh dia mengatakan saya orang pemarah, saya orang emang begitu, tapi hati saya baik. Orang tidak melihat seperti itu lagi. Itu cara berpikir yang keliru. Kita harus sama antara perkataan. Di dalam gereja sekarang dihadapkan dengan pemimpin-pemimpin yang memiliki gaya hidup yang mulai ditampakkan di media sosial. Kita harus mempertunjukkan Lifestyle yang berpadanan dengan gaya hidup seorang Kristen. Kita tidak mempertunjukkan kemewahan ataupun pada sisi lain kita mempertunjukkan gaya hidup yang sembrono dan seterusnya. Kita harus mempertunjukkan Lifestyle kita bagaimana dengan cinta kasih kita, love kita ini harus dikembangkan, iman kita, purity kita, kesucian kita, dan pertumbuhan dalam menghasilkan buah-buah roh kita. Karakter bisa bertumbuh dan berkembang jika tidak stagnan. Karakter berbicara tentang pertumbuhan. Kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar, bertumbuh dalam kasih karunia dan seterusnya. Jadi Saudara sedang mengalami pertumbuhan, kembangkanlah semakin dewasa semakin penting, semakin baik dalam kehidupan. Sudah ada yang bertanya kepada saya, apakah pentingnya pengembangan karakter. Saudaraku ketika kepemimpinan dibuat maka orang memang senang dengan pencapaian-pencapaian yang Saudara kerjakan, orang senang dengan kompetensi Saudara, tetapi pada akhirnya orang melihat karakter saudara. Bagaimana karakter kehidupan Saudara, integritas Saudara menentukan kepemimpinan itu. Waktunya di masa era normal mempertunjukkan karakter yang sesungguhnya dari Saudara-saudara. Jangan sampai Saudara pun menjadi orang ketakutan. Ada pemimpin yang tahu ada ketakutan saat ini, yang sedikit-sedikit begitu ketakutan sampai akhirnya dia tidak berani keluar rumah dan sebagainya. Dia sendiri paranoid. Dia tidak mempertunjukkan iman. Kita harus hati-hati, tetapi kita tidak boleh menjadi seseorang yang begitu takut dan gemetar dengan situasi ini.


Dan yang ketiga, dan ini berkaitan dengan yang keempat. Penting mengembangkan jejaring networking. Kembangkanlah reputasi pelayanan Saudara di era digital ini. Pelayanan Anda perlu diketahui. Bagikan, rekam pelayanan-pelayanan Saudara, tulisan tulisan Saudara agar Saudara dikenal sebagai pemimpin yang melayani. Semakin Saudara dikenal akan mudah penerimaan orang terhadap Anda, memiliki pengaruh wibawa lebih tinggi lagi. Lets other know what are you doing. Saya beri tahu apa yang terjadi pada diri Anda. Saya ingin cerita tahun lalu, saya di Bali sedang memimpin pelatihan para gembala seluruh Pulau Bali. Ada seorang berdiri dalam sesi tanya jawab. Dia berkata Pak saya tinggal di daerah yang kering, saya menderita susah, saya diajar untuk hidup dengan iman, tapi saya sangat sedih sekali Pak, menderita sekali saya. Bagaimana ini pak? Ini kering saya punya tempat, sedangkan teman-teman lain di tempat yang basah. Enak mereka Pak bicara iman, tapi saya bagaimana ini. Saudara, dalam keluhannya, saya ingatkan engkau punya HP. Apakah bapak punya HP? Kenapa tidak foto. Dia bilang saya tidak meminta-minta, saya hidup dari iman. Saya menyuruh Anda meminta, bukan peminta-minta. Memang benar pemimpin bukan peminta-minta. Tapi sharingkan. Anda punya Facebook, ya. Minta doa kalau ada yang digerakkan Tuhan atas itu? Itu bukan karena minta meminta karena ada orang yang digerakkan Tuhan sendiri. Sharingkan pelayanan Saudara. Ceritakan apa yang terjadi dalam pelayanan Saudara, entah ada pembangunan, entah ada orang yang Saudara layani. Ceritakan menjadi semacam bagian doa. Manfaatkan jaringan media sosial yang ada. Pelihara Facebook itu dengan baik-baik. Jangan sembarang tambah teman tanpa tujuan, semua orang berteman. Ada wanita yang manis dimasukkan jadi teman, tidak usah. Kalau Anda kenal lebih baik sedikit punya teman di media sosial, tapi baik yang sudah kenal, itu menjadi pokok doa, menjadi sharing doa untuk Saudara doakan. Kalau saya punya Facebook, saya tidak pakai sembarangan untuk menambah teman. Kalau saya kenal dan saya tahu dia seorang yang terlibat dalam pelayanan dan sebagainya, saya akan tambahkan. Jadi Saudara harus jejaring sosial itu harus riset, analisa kegunaannya. Jangan sembarang dipakai, bangun relasi tanpa sekat. Apa yang Tuhan panggil Saudara itulah paltform yang Saudara pakai. Ini hanya contoh, nanti kita bisa kembangkan di tanya jawab.


[slide 6] Sekarang yang terakhir, yaitu strategi transformatif. Saudara tidak boleh berpikir melanjutkan, entah di dunia sebagai bapak rumah tangga pun, kaum profesional tidak bisa berkata asal hidup saja, cukuplah. Doakan berikanlah kami makanan kami yang secukupnya. Cara berpikir kita harus transformatif, kita harus berpikir perubahan. Mengapa saya mengerjakan ini, apa yang Tuhan mau taruh untuk kerjakan ke depan, tantangan apa yang Tuhan sedang tunggu saya sedang Tuhan mau saya buat, saya harus evaluasi dan saya kembangkan. Ingat Saudara harus berpikir perubahan, transformatif. Gereja tidak boleh begitu-begitu saja. Sekarang, anak muda sudah pada tidak tertarik kepada gereja. Mengapa? Kita harus bertanya. Tahukah Saudara sekarang ada riset dari Charine Newhock bahwa hari ini hanya 29% di Amerika yang gerejanya semakin banyak penontonnya. 29% saja penontonnya semakin banyak dan melimpah dari gereja-gereja yang melakukan pelayanan online 71% stagnan bahkan menurun. Itu artinya apa? Berarti kita belum paham juga digital? Kita memang buat pelayanan digital, tapi kita belum mengerti seluk beluknya. Pada new normal ini, pahami dunia digital. Misalnya saya mulai memahami tidak mungkin orang bisa mau menonton di acara kita kalau kita tidak bagikan, sharingkan personal. Taruh aja di YouTube orang akan menonton. Dia perlu ada promosional mau meledak YouTubenya, maka dia undang wartawan, dia buat sensasi. Itu dunia digital sekuler. Tetapi bagaimana dengan kita? Kita membutuhkan influencer-influencer, orang-orang yang berpengaruh di gereja. Kita latih mereka menjadi influencer. Saudara tahu sekarang influencer adalah sebuah pekerjaan. Saudara pernah membaca mungkin Denny Siregar dan sebagainya orang-orang yang Eko kuntadhi, Ade Armando, dan sebagainya. Mereka disebut influencer. Gereja membutuhkan orang-orang seperti itu. Dalam new normal untuk apa? Untuk membuat orang bergerak untuk menyampaikan berita konten yang kita punya. Ada banyak konten yang kita punya sering kali penontonnya sedikit aja. Sedikit karena kita tidak punya orang untuk menjadi influencer di dalam gereja yang menceritakan tentang kebaikan Tuhan dan seterusnya. Kita hanya memakai cara lama, tidak memakai orang-orang untuk menceritakan kebaikan Tuhan.


Hari ini dibutuhkan pelatihan-pelatihan untuk menciptakan influencer dalam gereja. Lalu, bagaimana kita mengembangkan pelayanan digital di era visual, yaitu yang terakhir, perfomance. Penampilan, citra menjadi penting, maka Saudara perlu bertanya kepada milenial. Bagaimana sebuah pelayanan itu background-nya apa, semuanya teknologinya karena orang mau melihat sebelum melihat konten, dia mau melihat dulu performanya, citranya dan seterusnya. Ini era bungkus, era popculture yang membutuhkan perhatian serius di dalam masa pelayanan new normal ini.


Saya sudah lebih dari setengah jam untuk berbicara, sudah lebih 5 menit, tapi izinkan saya memberikan semacam sedikit sumber bacaan-sumber bacaan ini. Saya ada podcast namanya leadership wisdom with Daniel Ronda. Ini praktis sekali praktis sekali haya berisi diskusi topik-topik 10-15 menit tentang tentang kepemimpinan dalam gereja, dan saya berharap Saudara akan menikmati. Tapi itu baru 3 minggu dibuat, tapi saya berharap Saudara akan menikmatinya ini yang saya ingin sampaikan sebagai pemantik untuk pengembangan dalam diskusi Iya.

  • SABDA Live

    Shalom, Sahabat SABDA. Selamat datang di SABDA Live seri "Fun Talks". SABDA Live seri "Fun Talks" adalah program pelayanan dari SABDA yang membahas mengenai berbagai topik kekristenan dan hal-hal di sekitar kita, khususnya pada era digital atau new normal ini, dengan cara yang "fun" dan dari sudut pandang kekristenan. Saat ini Anda sedang mengikuti sesi "Leadership Development: Strategies for The New Normal" yang disampaikan oleh Bapak Daniel Ronda. Selamat mengikuti.

    10:00 AM

  • Tumbur M. Silalahi

    Mohon ijin gabung

    10:01 AM

  • SABDA Mei - Admin

    Selamat bergabung kembali Bapak Tumbur M. Silalahi.

    10:02 AM

  • SABDA Mei - Admin

    Kami ucapkan selamat datang bagi sdr/i yang baru kali ini bergabung di SABDA Live. Kami juga ucapkan selamat datang kembali kepada Sahabat SABDA yang telah setia mengikuti sesi-sesi SABDA Live sebelumnya.

    10:02 AM

  • SABDA Mei - Admin

    Berikut adalah link Live streaming Youtube SABDA Live hari ini yang dapat Anda bagikan kepada keluarga/rekan sdr/i sekalian: http://www.youtube.com/watch?v=iptSPBXfUZI

    10:04 AM

  • Juni Sitepu

    Selamat datang pak jimmy dari open door senang kita jumpa disini, sabda keren lo ...enjoy the meeting zoom nya iya๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    10:16 AM

  • SABDA Mei - Admin

    Shalom, Kami ucapkan selamat datang di SABDA Live bagi Bapak/Ibu dan Sdr/i yang baru bergabung. Hari ini kita akan mengikuti sesi yang merupakan bagian dari seri FUN TALKS yang berjudul "Leadership Development -- Strategies fot the New Normal" yang akan dibawakan oleh Bapak Daniel Ronda.

    10:17 AM

  • Andrew Suplig

    sama2

    10:20 AM

  • SABDA Mei - Admin

    Selamat mengikuti sesi hari ini Sdr. Andrew Suplig.

    10:23 AM

  • Andrew Suplig

    makasih

    10:24 AM

  • SABDA Live

    Behind The Scene adalah video pendek berdurasi +/- 3 menit yang memvisualisasikan kegiatan-kegiatan di belakang layar atau aktivitas sehari-hari para staf di Yayasan Lembaga SABDA. Behind The Scene hari ini akan menampilkan dari Divisi PAS (Proyek Alkitab SABDA). Selamat menonton.

    10:24 AM

  • Nasokhili Giawa

    Selamat melayani @Dr. Daniel Ronda. Blessings.

    10:25 AM

  • Andrew Suplig

    selamat melayani pak @Daniel Ronda

    10:25 AM

  • SABDA Live

    Behind The Scene adalah video pendek berdurasi +/- 3 menit yang memvisualisasikan kegiatan-kegiatan di belakang layar atau aktivitas sehari-hari para staf di Yayasan Lembaga SABDA. Behind The Scene hari ini akan menampilkan dari Divisi Digital Resources Ministry. Selamat menonton.

    10:26 AM

  • Juni Sitepu

    ๐Ÿ’•๐Ÿ’ฆSenang Prof Tumbur sudah ikut semalam dan juga hari ini dan seterusnya diawakin dari kelompok PA alumni USU dengan menggunakan tool PA dari Alkitab Digital Sabda.Org selamat menikmati terkoneksi dengan sabda zoom God bless๐Ÿ’•๐Ÿ’ฆ

    10:26 AM

  • Tumbur M. Silalahi

    Terima kasih Bu Juni sdh memperkenalkan saya ke grup ini. Maaf saya belum Prof wkwkwkwkk

    10:27 AM

  • SABDA Live

    Shalom Sahabat SABDA. Terima kasih telah bergabung dalam acara SABDA Live hari ini. Demi kenyamanan bersama, berikut adalah baberapa aturan main dalam diskusi: 1. Peserta diharapkan mengikuti acara dari awal sampai akhir. 2. Audio hanya boleh "unmute" ketika peserta sudah mendapat kesempatan berbicara. 3. Acara ini bersifat diskusi. Karena itu, pada akhir presentasi nanti, akan ada pertanyaan sebagai landasan diskusi kita hari ini. 4. Peserta diharapkan berinteraksi secara lisan: ย  - gunakan fitur "raise hand" agar admin dapat mempersilakan Anda untuk unmute audio. ย  - Sembari menanti giliran untuk berbicara, selama masih ada waktu, silakan tuliskan terlebih dahulu respons Anda dalam live chat. Jika moderator sudah mempersilakan Anda untuk berbicara, anda bisa membacakannya secara lisan.

    10:29 AM

  • SABDA Live

    5. Karena keterbatasan waktu, tidak semua peserta mendapat giliran untuk berbicara, tetapi semuanya diharapkan dapat menulis pendapatnya dalam live chat. 6. Jika nanti ada banyak yang menggunakan fitur "raise hand", maafkan jika ada yang terlewat. Jika moderator memilih satu nama. itu tanpa ada preferensi tertentu. 7. Sesi diskusi sekitar 30-45 menit, gunakanlah sebaik mungkin. 8. Jika peserta masih ingin bertanya atau berdiskusi lebih mendalam, silakan kontak YLSA via WA 08812979100 atau e-mail: live@sabda.org. Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya. Selamat mengikuti sesi hari ini.

    10:29 AM

  • SABDA Mei - Admin

    Materi presentasi sesi hari ini seri FUN TALKS sesi "Leadership Development -- Strategies fot the New Normal" dapat Anda peroleh melalui link berikut: https://drive.google.com/file/d/1aIYn9VfE0s0ogY8sOsXv920z_ihUrVul/view?usp=sharing

    10:37 AM

  • Eklesia Emor

    Izin leave lebih dlu. Nanti saya ikuti lanjutannya di Youtobe.

    10:38 AM

  • SABDA Mei - Admin

    Baik, Bu Eklesia. Selamat melanjutkan aktivitas. Tuhan memberkati.

    10:39 AM

  • Joneson Marthianus

    Hadir admin

    10:42 AM

  • Maria Marpaung

    Maaf ijin leave dulu.....ada meeting .... nanti aku lanjut di Youtube yaa.....

    10:47 AM

  • SABDA Mei - Admin

    Selamat mengikuti sesi hari ini Pak Joneson Marthianus.

    10:48 AM

  • SABDA Mei - Admin

    Ya, Bu Maria Marpaung. Selamat melanjutkan aktivitas.

    10:48 AM

  • SABDA Mei - Admin

    Peserta dipersilakan untuk menuliskan pertanyaan maupun komentar/feedback terkait presentasi dalam chat room meskipun presentasi masih berlangsung. Terima kasih.

    10:50 AM

  • SABDA Live

    Peserta dipersilakan mencatat atau langsung menyampaikan pertanyaan maupun komentar/feedback terkait presentasi dalam chat room meskipun presentasi masih berlangsung. Terima kasih.

    10:57 AM

  • Eveline Tay

    lagi seru admin..

    11:02 AM

  • Eveline Tay

    dan isi nya komplit..jd bingung mau nanya apa ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ‘

    11:02 AM

  • Jimmy Kambey

    Apakah pertanyaan harus lewat chat atau bisa langsung nanti di sesi tanya jawab?

    11:03 AM

  • Andrew Suplig

    bro Jimmy, tanya jo langsung hahaha

    11:05 AM

  • SABDA Mei - Admin

    Puji Tuhan. Jika tidak ada pertanyaan, bisa sharing tanggapan mengenai materi yang disampaikan, Bu Eveline.

    11:06 AM

  • Jimmy Kambey

    Ah siap bro Andrew

    11:06 AM

  • SABDA Mei - Admin

    Bisa disampaikan langsung, Pak Jimmy Kambey di chat room ini.

    11:07 AM

  • Joneson Marthianus

    PTHN senang bisa mengikuti materi pak Ronda. Sangat memberkati

    11:07 AM

  • Jimmy Kambey

    Mohon Izin bertanya Pak DR:

    11:07 AM

  • Eveline Tay

    saya sering memimpin PA grup kecil di gereja ..peserta kira2 8-10 org tp grup lansia.. skrg sdh tdk ke gereja.. mau ajak belajar dlm grup on line..agak susah ..ngumpulin org dan wkt yg pas.. saya rindu sih ..tp cara nya sulit ..apa ada jln klr ?

    11:08 AM

  • Livy Lengkey

    pak... bgmna sih caranya membangun relasi tanpa sekat??

    11:08 AM

  • Joneson Marthianus

    Terima kasih pak Ronda, berkesempatan mengikuti seminar pak. Walaupun saat ini sdg di Dharmais bersama isteri.

    11:08 AM

  • Jimmy Kambey

    1. Bapak tadi memaparkan tentang Life Style kepemimpinan. Bagaimana menurut bapak dengan oknum Pdt yang memiliki lifestyle yang glamor dan mempertontonkan kemewahan? Seperti yang disorot dibeberapa akun media sosial?

    11:09 AM

  • Feronica -

    bagaimana menjadi pemimpin yg transformatif itu ya pak? terimakasih

    11:11 AM

  • Eveline Tay

    ok pak... terima kasih atas masukan nya ๐Ÿ™‡

    11:11 AM

  • Joneson Marthianus

    Nampaknya pemimpin Gereja sekarang mengalami degradasi Leadership..? Bagaimana cara mengatasi keadaan ini panggilan para gembala yg melayani di gereja.

    11:11 AM

  • Yos

    Bapak Daniel.. saya mau bertanya bagaimana kita bisa terus mengembangkan Servant Leadership sebagai Gembala Jemaat ?

    11:12 AM

  • Jimmy Kambey

    2. Saya setuju dengan pendapat bapak ttg bgm mendesimianikan pelayanan ke dalam platform medsos. Let others know dan bangun relasi. Namun kadangkala ada pandangan orang yang mengatakan kita Arogan jika membagikannya di medsos. Bagaimana menurut pendapat bapak?

    11:12 AM

  • Andrew Suplig

    menurut bapak, apa perbedaan pemimpin "leader" dan bosโ€ฆ apakah selama pelayanan bapak di dalam pelayanan ada pemimpin Kristen yang berlaku leader atau bos?

    11:14 AM

  • Parulian Sinaga

    salam sejahtera pak, ijin bertanya.. saya seorang pelayan gereja yg mencoba setia kepada firman Tuhan dan kepemimpinan gereja.. tdk berani mengutak-atik posisi gembala. fyi.. gembala kami sdh lama sekali tdk dapat menggembalakan sebagaimana biasa karena pernah terkena stroke bicara.. dan penggembalaan dilakukan oleh pelayan lain (majelis jemaat) bgmn pendapat bapak dengan mis-fungsi kepemimpinan jemaat yg demikian. tks pak

    11:15 AM

  • Hendrik Setlight

    bgm tahu seseorg bhw panggilanya sdh sesuai keadaan yg sedang dikerjakan skrg namun ada jg lgsg terjun ke pelayanan dan stlh didalam dia kerjakan dg baik dam benar

    11:15 AM

  • Livy Lengkey

    thx bapak Daniel ๐Ÿ˜Š

    11:15 AM

  • Johanes Harijanto

    INFLUENCER dalam Gereja itu seperti apa ?

    11:16 AM

  • Suzanna

    Pak mohon pencerahan bagaimana pemantik menjadi influencer? Terima kasih

    11:16 AM

  • Karunia GKII Purwodadi

    Terima kasih buat Sabda yg telah menyelenggaran event ini. Salam juga buat Pdt.Daniel Ronda dari GKII Purwodadi - Medan.ย  maju terus dlm pelayanan.

    11:18 AM

  • Eveline Tay

    terima kasih pdt Daniel Ronda atas presentasinya dan juga admin Sabda yg sdh ber jerih payah menyediakan jesempatan ini ... TYM

    11:19 AM

  • Jonny

    ada teologia yg mengajarkan kekayaan, kemakmuran adl tanda diberkati. HT pemegang teologia ini justru bangga menunjukkan "kemewahannya" utk menunjukkan bhw dia sgt diberkati

    11:19 AM

  • Aman ๐Ÿ˜Ž Jakarta

    Wah, Keren pak Rhonda, prinsip kepemimpinannya โ€œKingdom of Godโ€ nih, tidak berusaha timpang atau menghakimi, pihak kaya/ kelas atas maupun kelas bawah/ mantab

    11:21 AM

  • Juni Sitepu

    ๐Ÿ’•๐Ÿ’ฆ๐ŸŒธTerima kasih pak Daniel, sangat senang mendaoatkan materi bapak yang fokus membawa setiap orang masuk kedalam agenda Tuhan. ๐Ÿ‘keren. Mau tanya pak Daniel kan sebut bapak terlibat di Haggai Institute pertanyaannya apakah bapak Faculty di HI , nasional atau international, nack sekarang bapak terlibat di leadership international akan bapak hadiri di Amerika apakah ini bagian dari Haggai atau berbeda, apakah ada organisasi yg terakhir ini di Indonesia, gimana caranya terkoneksi dengan komunitas ini, terima kasih, jawaban jawaban bapak keren "don't jugde" jangan menghakimi "gunakan influence bawa orang lain masuk dalam agenda Tuhan" keren ... ๐Ÿ’•๐Ÿ’ฆterima kasih p Daniel, terima p Yudha terima paksih team sabda n terima kasih participants God bless๐ŸŽŠ๐ŸŒธ๐Ÿ’ฆ

    11:22 AM

  • DENI D. MESSAKH

    Melakukan sebuah TRANSFORMASI dalam pelayanan gereja biasanya tidak muda. lalu bagaimana kita menghadapi tantangan yang menentang sebuah keinginan transformatif ?

    11:24 AM

  • Aman ๐Ÿ˜Ž Jakarta

    wah, terima kasih pak Rhonda telah remind kami, TRANSFORMASI itu start bukan dari BIG THINGS, tapi dari hal kecil sehari-hari

    11:26 AM

  • Feronica -

    terimakasih pak untuk pencerahannya๐Ÿ‘๐Ÿ™

    11:27 AM

  • Destra Ginting

    terimakasih utk narasumber & tim Sabda. ijin leave ada keperluan ๏ฟฝ๏ฟฝ๏ฟฝ๏ฟฝ๏ฟฝ๏ฟฝ๏ฟฝ๏ฟฝ

    11:28 AM

  • SABDA Mei - Admin

    Terimakasih Bapak/Ibu dan Sdr/i untuk pertanyaan/komentarnya.

    11:28 AM

  • Aman ๐Ÿ˜Ž Jakarta

    waaah, salah 1 PR berat ituโ€ฆ.

    11:29 AM

  • SABDA Mei - Admin

    Baik Pak Destra Ginting. Selamat melanjutkan kegiatannya. Bergabung kembali dalam sesi SABDA Live besok ya Pak. Terima kasih.

    11:30 AM

  • Hendrik Setlight

    bgm dgn pemimpin yg integritasnya kurang ?

    11:30 AM

  • DENI D. MESSAKH

    Wa luarbiasa. terimakasih Pak untuk pencerahannya.

    11:30 AM

  • WASIKUN

    Terima kasih Bp. Pdt. Dr. Daniel Ronda atas materi hari ini mencerahkan dan menyegarkan

    11:31 AM

  • Enjel Nong

    pak, bagaimana menjadi seorang pemimpin yg baik sebagai seorang gembala muda di sebuah gereja yg belum punya byk pengalaman dalam pelayanan pastoral pak,?

    11:32 AM

  • Jimmy Kambey

    Di Era New Normal ini pelayanan menjadi serba digital. apakah bisa atau sudah benarkah kita melakukan tanda kutip "Personal Branding" untuk menyebarkan kontent2 materi pelayanan kita dan menjalin relasi, terkait dengan pertanyaan saya nomor 2 di atas.

    11:32 AM

  • Jimmy Kambey

    dan hubungannya dengan Influencer Gereja yang bapak katakan tadi

    11:33 AM

  • Jonny

    Gereja harus peka thd perkembangan jaman (market) tetapi hrs berhati2 agar tdk terjatuh menjadi grj yg "berorientasi" market, grj yg berush "menyenangkan market". Pokok anggur mengajrkan prinsip Kuantitas mengikuti kualitas. Pengajaran hrs tetap setia kpd kebenaran alkitab, sambal mengembangkn aspek2 lain tnp mengorbankan prinisp2 utama

    11:33 AM

  • Joneson Marthianus

    Sangat setuju pak Ronda. Nampaknya Leadership as Coach yg tdk ada. Berharap pak dpt mengembangkan Leadership as Coach. Super pak. TYM

    11:35 AM

  • Beya Indriati

    Pak, bgmn dengan gembala / pemimpin grj yang juga bekerja di luar pelynan grj ? apa kira2 bsa fokus mengambangan pelyanan di grj nya ?

    11:38 AM

  • SABDA Mei - Admin

    Terima kasih atas pertanyaan/komentarnya. Jika hendak bertanya secara lisan, silakan raise hand terlebih dahulu agar dapat dilihat oleh moderator.

    11:40 AM

  • DENI D. MESSAKH

    terimakasih untuk pencerahan yang sangat mencerahkan saya pak sebagai pemimpin mudah. Tuhan Yesus memberkati pelayanan Bapak.

    11:42 AM

  • Fauzy Wattimena

    pak Gmn Dgn Gembala yang sebelumnya sangat baik kepemimpinannya dan jemaat yg di pimpin masih belum move on dgn Gembala tersebut..

    11:44 AM

  • SABDA Live

    Silakan bagi saudara yang ingin bertanya secara langsung/lisan. Dapat menggunakan fitur rise hand. dan tunggu Admin mempersilakan. Trim

    11:44 AM

  • Yeremia Priyanto

    Terima kasih pak Daniel Ronda dan tim SABDA, sangat memberkati saya! Tuhan memberkati pelayanannya!

    11:45 AM

  • Aman ๐Ÿ˜Ž Jakarta

    Saya se7 dengan prinsip pak Rhonda tentang panggilan. Tapi bagaimana pak ketika kita terpanggil fulltimer, contoh di bidang misi, di mana secara lingkungan atau sistem pelayanan, menuntut ke jelasan tentang Kamu terpanggil ke mana atau ke suku apa? - Sementara kita pribadi punya persepektif seperti bapak Rhonda tadi?

    11:47 AM

  • Aman ๐Ÿ˜Ž Jakarta

    Hal ke-2 yang ingin saya tanyakan: seperti pak Rhonda bilang tadi, terkadang ketika kita terjun ke lapangan, cobain sesuatu pelayanan tertentu, akhirnya Tuhan bukain visi ke palayanan tersebut! Per-?-an saya: apakah prinsip mencoba-coba merambah ke pelayanan baru apakah sesuatu yang salah?

    11:50 AM

  • SABDA Mei - Admin

    Terima kasih atas tanggapannya Pak Yeremia dan pertanyaannya Sdr. Aman.

    11:56 AM

  • Juni Sitepu

    seorang pemimpin harus punya kemampuan directive and encouragement tapi bukan gaya bossy cth leadernya tidak menjadi teladan , he must ealk the talk dia lakukan itu bukan bossy, memuji dan menghargai bawahan untuk kerja keras mereka , leader yg full encouragement , great ..., kalau tidak bisa memerintah itu bukan pemimpin... keren jawaban pak Daniel๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    11:56 AM

  • Beya Indriati

    Trm ksh utk tanggapan bpk. Daniel Ronda yg sangat memberkati

    11:56 AM

  • Yulianus Tandirerung

    Sangat terberkati dengan materi dari Pdt. Daniel. Terima kasih. Saya keluar lebih awal karena ada kegiatan mendadak.

    11:59 AM

  • Jimmy Kambey

    Terima Kasih atas jawaban2 bapak, sangat mencerahkan, memberkati, mengkoreksi, dan menguatkan. Terima kasih juga atas rujukan2 literatur yang bapak sebutkan untuk menambah pengetahuan. Tuhan Yesus memberkati pelayanan bapak.

    12:02 PM

  • Taru Nugroho

    Terima kasih Pdt. Dr. Daniel & Tim SABDA, saya mohon ijin Leave.

    12:04 PM

  • Aman ๐Ÿ˜Ž Jakarta

    waahhh berat itu pergumulan pastor Fauzy, SEMANGAAAT Pak!

    12:04 PM

  • Andrew Suplig

    terima kasih pak Daniel dan Tim Sabdaโ€ฆ saya ijin leave, Tuhan Yesus memberkati

    12:05 PM

  • SABDA Mei - Admin

    Baik, Pak Andrew Suplig. Terima kasih telah bergabung dalam SABDA Live hari ini. Bergabung kembali dalam SABDA Live besok ya, Pak.

    12:06 PM

  • Beya Indriati

    Moderator, Pak Parulian, mhn pertanyaannya dibacakan. tks

    12:07 PM

  • Jeki Sirait

    terima kasih banyak pak Pdt. Daniel Ronda. Sangat diberkati. Tuhan Beserta kita selalu sebagai pemimpin yang dipakai Tuhan mempermuliakan-Nya.

    12:07 PM

  • SABDA Mei - Admin

    Terima kasih Pak Taru Nugroho. Selamat melanjutkan aktivitas. Bergabung kembali dalam SABDA Live sesi besok ya Pak.

    12:07 PM

  • Fauzy Wattimena

    Baik Pak.. terima kasih banyak Pak Daniel.

    12:08 PM

  • SABDA Mei - Admin

    Terimakasih Bapak/Ibu dan Sdr/i semua atas pertanyaan yang sudah Anda sampaikan. Jika ada pertanyaan yang belum terjawab atau ada materi yang kurang jelas, Anda dapat menghubungi kami melalui email ke live@sabda.org atau Whatsapp ke nomor 08812979100. Informasi lebih lanjut terkait jadwal SABDA Live dapat dilihat di https://live.sabda.org.

    12:10 PM

  • Fauzy Wattimena

    Amin.

    12:10 PM

  • Joneson Marthianus

    Terima kasih pak Ronda sangat menguatkan dan meneguhkan. Juga kepada Admin Sabda. Super TYM

    12:11 PM

  • Dedy Yanuar

    terimakasih banyak atas materi hari ini.. sangat berkesan bagi saya pribadi.. Tuhan Yesus memberkati

    12:11 PM

  • SABDA Mei - Admin

    Bagi Bapak/Ibu dan Sdr/i yang belum tergabung dalam WAG SABDA Live, silakan mendaftar melalui chat WA ke nomor 08812979100. Melalui WAG tersebut, kami membagikan info-info dan link-link bahan/Zoom meeting sesi-sesi SABDA Live ke depannya. Terima kasih.

    12:11 PM

  • Fauzy Wattimena

    pak apakah file (materi nya) bisa kami dapatkan?

    12:11 PM

  • Parulian Sinaga

    puji Tuhan dan tks. haleluya

    12:11 PM

  • Lukas Sugiarto

    makasih pak DR juga Sabda....materi yg luar biasa

    12:12 PM

  • Fauzy Wattimena

    Shalom Pak apakah file (materi nya) bisa kami dapatkan?

    12:12 PM

  • Fauzy Wattimena

    baik terima kasih banyak Pak

    12:12 PM

  • SABDA Mei - Admin

    Materi presentasi sesi hari ini dapat Bapak Fauzy peroleh melalui link berikut: https://drive.google.com/file/d/1aIYn9VfE0s0ogY8sOsXv920z_ihUrVul/view?usp=sharing

    12:12 PM

  • Fauzy Wattimena

    Tuhan Yesus memberkati Pak Daniel dan Sabda

    12:13 PM

  • Jonny

    Trm ksh kpd Bp Daniel Ronda, materinya sangat memberkati.

    12:13 PM

  • Beya Indriati

    mohon pamit, trm ksh utk berkat yg bias diterapkan dlm pelyanan. TYM bp. Daniell Ronda dan Sabda

    12:13 PM

  • Enjel Nong

    Trima kasih pak sangat memberkati materi & diskusi hari ini...God bless us

    12:13 PM

  • Jonny

    Trm ksh tim Sabda

    12:13 PM

  • SABDA Mei - Admin

    Demikianlah sesi SABDA Live hari ini. Kami harapkan Bapak/Ibu dan Sdr/i dapat bergabung kembali di SABDA Live pada hari Jumat, 9 Juli 2020 pukul 10.00 WIB dengan judul "Masih Hidup? ... Produktif? Hidup Produktif karena Pandemi", narasumber Ibu Yulia Oeniyati.

    12:13 PM

  • Sarah Hengkesa

    makasih ya...

    12:14 PM

  • Tumbur M. Silalahi

    Terima kasih Mbak Pinkan, Pak Daniel dan Sabda.

    12:14 PM

  • SABDA Mei - Admin

    Bagi Bapak/Ibu dan Sdr/i yang akan leave, kami sampaikan sampai jumpa kembali di sesi SABDA Live selanjutnya. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.

    12:14 PM

  • Suzanna

    saya merasa diberkati, terima kasih atas pelayanannya, TYM

    12:14 PM

  • Jimmy Kambey

    Terima Kasih Sabda sudah menyelanggarakan kegiatan ini. tetap maju dan berkarya bagi Tuhan Yesus. GB

    12:14 PM

  • Fauzy Wattimena

    puji Tuhan. asyik haleluyah sangat diberkati...

    12:14 PM

  • Suratman Aripin

    terima kasih atas pelayanan yang diberikan, menjadi berkat bagi saya.

    12:15 PM

  • Feronica -

    terimakasih banyak utk pemaparannya bapak Dosen ku Pak Daniel Ronda. Dan terimakasih juga utk team SABDA. Tuhan Yesus memberkati ๐Ÿ‘๐Ÿ’ช๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜‡๐Ÿ™

    12:15 PM

  • Aman ๐Ÿ˜Ž Jakarta

    ๐Ÿ‘ Thank you Pak Rhonda, Ka Yudo, Ka Pingkan & SABDA team. ๐Ÿ‘ Tuhan memberkati ๐Ÿ™

    12:15 PM

  • Yusak Franky Sugiono

    Terima, kasih buat sharing hari Pak Pdt. Daniel Ronda dan tim Sabda... sangat memberkati kami, semua... ๐Ÿ™๐Ÿ™

    12:16 PM

  • Tumbur M. Silalahi

    foto dulu

    12:16 PM

  • SABDA Live

    Sampai Jumpa lagi. Salam IT4God..

    12:16 PM

  • WISMAR NAINGGOLAN

    Terima kasih mbak Pingkan atas materi yg telah disampaikan oleh hambaNya Pdt. DR. Daniel. Tuhan Yesus memberkati pelayanan selanjutnya.

    12:16 PM

  • SABDA Live

    sudah ย 

    12:17 PM