“Meng-GOSIP-kan” Natal Itu Baik Lho!!

Hallo Sahabat SABDA, salam sukacita! Desember menjadi bulan yang istimewa bagi umat kristiani karena banyak hal kita persiapkan untuk menyambut hari kelahiran Yesus Kristus, Sang Juru Selamat dunia. Namun, tahun 2020 ini berbeda, banyak hal yang kita persiapkan bukan untuk merayakan Natal secara tatap muka, melainkan secara daring. Wow … pengalaman Natal yang akan menyenangkan tentunya. Baru kali ini banyak gereja akan merayakan Natal secara daring. Yeay … 🙂

Jika gereja sibuk mempersiapkan Natal secara daring, Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) pun juga sibuk membagikan segala sesuatu tentang Natal untuk Sahabat SABDA semuanya. Melalui program pelayanan SABDA Live, YLSA sharing mengenai Paket Natal Online 2020, PA Natal, Cerita Natal, Renungan, dan topik-topik lainnya, termasuk Depresi Natal pun kami sharing-kan. Saya mendapat bagian untuk sharing mengenai "Cara Meng-GOSIP-kan Natal". Bersama teman saya, Theresia, kami berdua berbagi tentang apa sih yang menjadi esensi dari meng-GOSIP-kan Natal, mengapa kita perlu menggosipkan Natal, dan bagaimana kita bisa meng-GOSIP-kan Natal dengan cara yang relevan sesuai dengan perkembangan yang terjadi saat ini. Kebanyakan orang menilai bergosip berkesan negatif karena membicarakan orang lain dan juga belum tentu kebenarannya. Namun, dalam bergosip, ada unsur baik yang bisa kita adaptasi nih. Dalam bergosip, seseorang pasti akan antusias, selalu ingin tahu perkembangan, dan selalu penasaran dengan apa yang akan terjadi atau mana yang benar. Nah, unsur-unsur baik inilah yang bisa kita terapkan ketika kita membicarakan tentang Natal.

Ayok kita mulai ingat-ingat lagi apa saja sih peristiwa yang terjadi sebelum, selama, dan setelah Yesus lahir. Dalam setiap peristiwa tersebut, pasti ada hal yang menjadi gosip hangat pada masa itu. Maria, seorang perawan, yang tiba-tiba mengandung pasti menjadi bahan pergunjingan hangat pada waktu itu, apalagi status Maria 'kan masih bertunangan dengan Yusuf. Peristiwa ketika ia hamil dan sempat bersembunyi di rumah saudaranya, Elizabeth, juga pasti menjadi bahan gosip menarik saat itu. Belum lagi informasi yang tersebar mengenai kelahiran Yesus, yang akan menjadi Raja, pasti membuat Herodes khawatir dan terancam. Itulah beberapa contoh peristiwa yang kemungkinan menjadi bahan gosip pada masa itu. Tentunya, masih banyak bagian lain yang bisa kita jadikan bahan bergosip dengan tujuan untuk kita semakin mengetahui kebenarannya sesuai dengan yang tersampaikan dalam Alkitab.

Jadi Sahabat SABDA, meng-GOSIP-kan Natal itu menyaksikan tentang Kristus, kelahiran-Nya, kepada banyak orang supaya mereka mengetahui Kabar Baik ini. Dalam menyaksikan tentang kelahiran Kristus, berarti kita menjadi saksi-Nya. Untuk menjadi saksi-Nya yang benar, maka kita juga harus mau membekali diri dengan belajar firman Tuhan. Tanpa pengetahuan yang benar akan firman Tuhan, kita tidak akan bisa meng-GOSIP-kan Natal (bersaksi) dengan benar. Oh ya, meng-GOSIP-kan Natal pada era digital bisa dilakukan dengan banyak cara lho, apalagi masih dalam masa pandemi, cara-cara ini pasti cocok sekali. Biasanya, sebelum pandemi, kita bersaksi secara lisan ya. Kini, selama pandemi, ada banyak cara kreatif dalam ber-GOSIP, bisa dengan membuat video sharing Natal, merekam audio kesaksian Natal, memanfaatkan Tik Tok untuk berbagi firman Tuhan bertopik Natal secara singkat, bisa juga ber-GOSIP melalui grafis berupa ilustrasi atau gambar-gambar. Hmm .. tidak sabar ingin ber-GOSIP? Yuk, dengan penuh ucapan syukur kita bagikan kabar sukacita kelahiran Yesus ini melalui jalur-jalur yang sudah tersedia juga. Oiya, boleh loh meng-GOSIP-kan Natal di komunitas Natal, komunitas Kesaksian, situs Natal, dan situs KEKAL.

Yaaa … sukacita kita dalam menyambut Natal tidak boleh berkurang meski masih masa pandemi. Apalagi sukacita untuk meng-GOSIP-kan Natal! Terus bersemangat dalam ber-GOSIP ya!