Belajar Banyak dari GoSABDA! Studi Ber-ALAT Alkitab

Hallo bertemu lagi dengan saya, Kun, yang akan sharing tentang Studi Ber-ALAT Alkitab. Studi Ber-ALAT Alkitab adalah salah judul presentasi seri GoSABDA! Studi Ber-ALAT Alkitab ini menjelaskan supaya orang percaya bertransformasi dalam menggali Alkitab dengan cara yang fun, relevan, dan bertanggung jawab. Semua itu perlu dilakukan seiring dengan perkembangan zaman masa kini. Nah, SABDA sudah menyelenggarakan studi ber-... Alkitab ini sejak Februari, pastinya terkait dengan perkembangan Alkitab dan teknologi saat ini.

Untuk memahami Studi Ber-ALAT Alkitab ini, kita perlu memiliki analogi dalam belajar Alkitab. Dimulai dari A.L.A.T. yang berupa mikroskop, periskop, teleskop, dan stetoskop. Nah, apa nih hubungannya dengan belajar Alkitab? Mikroskop adalah alat untuk mengamati objek yang sangat kecil. Dalam studi Alkitab, bisa dipakai untuk melakukan studi satu objek, seperti studi kata supaya kita bisa menyorot kata-kata tersebut atau 1 ayat yang penting untuk mendapat kekayaan yang luar biasa dari ayat yang digali. Lalu, ada alat periskop, alat ini biasanya digunakan di kapal selam untuk melihat keadaan sekitar di atas permukaan air. Jadi, ketika belajar Alkitab, kita perlu melihat apa yang ada di sekeliling atau seputar ayat/perikopnya, konteks sebelum dan sesudahnya bisa dilihat juga.

Selanjutnya, terkait dengan teleskop. Nah, alat ini biasanya dipakai di museum untuk melihat benda-benda yang jauh sekali, seperti benda-benda di angkasa. Dengan teleskop ini, kita diingatkan untuk melihat 1 ayat hingga konteks jauhnya. Ayat yang berjauhan tempat tetap bisa dicari, misal 1 ayat dengan ayat yang lain yang tempatnya berbeda. Sebagai contoh, sebuah ayat dalam PB dibandingkan dengan PL, atau melalui kesamaan topik yang ada dalam Alkitab. Alat berikutnya adalah stetoskop yang biasanya dipakai oleh dokter untuk memeriksa denyut jantung pasien. Dengan stetoskop ini, perlu dipastikan kalau firman Tuhan telah masuk dalam hati. Firman Tuhan harus hidup dan menghidupkan kita sehingga denyut jantung rohani kita tetap berdenyut dengan sehat.

Dari Studi Ber-ALAT Alkitab ini, saya diingatkan bahwa seiring perkembangan zaman, firman Tuhan tetap bisa dipelajari dengan cara-cara yang fun dan relevan sesuai kebutuhan. Kiranya firman Tuhan boleh selalu terpatri dalam setiap hati orang percaya. Analogi alat-alat yang dijelaskan di atas memberi pengertian kepada saya bahwa setiap ayat itu penting dan saling berkaitan, dan inilah yang menolong saya untuk bisa memahami firman Tuhan dengan lebih baik lagi. Puji Tuhan!