Bedah Kitab Ezra
Oleh: Romauli Br Marpaung

Bedah Kitab adalah salah satu program dari Biblical Engagement yang bertujuan untuk memfasilitasi orang percaya agar dapat belajar suatu kitab dalam Alkitab menggunakan metode dan alat-alat biblika. Dengan program ini diharapkan orang percaya dapat semakin memiliki kedalaman relasi dengan firman-Nya yang merupakan kebenaran mutlak dalam kehidupan kita.

Kegiatan Bedah Kitab dari MLC ini diselenggarakan setiap dua bulan sekali. Beberapa Bedah Kitab yang sudah dilaksanakan adalah Bedah Kitab Rut, Bedah Kitab Ratapan, Bedah Paskah, Bedah Natal, hingga yang terakhir kemarin adalah Bedah Surat Filipi. Dalam artikel ini, kita akan membahas Bedah Kitab Ezra [https://live.sabda.org/mlc.php?title=bedah_kitab_ezra]. Simak artikel ini selengkapnya.

Kitab Ezra merupakan suatu pelajaran atau catatan sejarah dari umat Israel tentang perjalanan kembali yang mereka alami. Bangsa Israel bukan hanya kembali ke Yerusalem pasca pembuangan di tanah asing, tetapi ada banyak proses ‘kembali’ yang dimaksudkan di dalam kitab Ezra ini. Kembali kepada kebenaran firman Tuhan, kembali kepada kemurnian, kekudusan. Kembali kepada kitab suci, kepada Tuhan, dan lain sebagainya.

Latar Belakang Pembuangan

A. Sejarah Israel

Israel adalah bangsa yang dipanggil Tuhan sebagai umat pilihan-Nya. Bangsa ini diturunkan sebagai janji Allah kepada dari Abraham, dan kemudian diteruskan kepada Ishak dan Yakub. Nama Israel sendiri berasal dari nama Yakub yang diubah menjadi Israel, serta 12 keturunannya yang kemudian menjadi 12 suku Israel sebagaimana dikenal sekarang. Perjalanan bangsa ini kemudian berlanjut ke tanah perbudakan dan masuk ke tanah Kanaan sesuai dengan janji Allah.

Ketika bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan, mereka kemudian memberontak kepada Tuhan. Mereka meminta hakim, bahkan raja atas mereka, karena mereka ingin seperti bangsa-bangsa lainnya. Oleh karena itu, Tuhan, melalui Samuel, memilih Saul menjadi raja pertama Israel. Kemudian, Daud menjadi raja Israel setelah Saul, dan kemudian Salomo menggantikan Daud sebagai raja. Setelah pemerintahan Salomo, kerajaan itu terpecah menjadi dua kerajaan. Suku Yehuda dan Benyamin menjadi kerajaan Israel Selatan atau Yehuda yang dipimpin oleh Rehabeam dan 10 suku yang lain menjadi kerajaan Israel Utara yang dipimpin oleh Yerobeam.

B. Sejarah Pembuangan

Raja-raja setelahnya terus memberontak, baik Israel Utara maupun Israel Selatan. Dari keseluruhan raja-raja dari kedua kerajaan tersebut, memang muncul raja-raja yang baik, tetapi kebanyakan mereka jahat di mata Tuhan. Pada akhirnya, Tuhan menghukum ketidaktaatan mereka dengan membiarkan mereka dibawa ke pembuangan. Israel Utara dibuang ke Asyur (732-722 SM) dan Israel Selatan dibuang ke Babel (589-516 SM).

C. Kembali

Setelah 70 tahun berada dalam pembuangan, sesuai dengan nubuatan Yeremia, akhirnya mereka kembali ke Yerusalem untuk beribadah kepada Allah dan membangun Bait Allah. Tuhan memakai raja bangsa-bangsa guna membuka jalan bagi mereka untuk kembali ke Yerusalem.

Latar Belakang Kitab Ezra

A. Penulis

Para ahli kitab mengakui bahwa Ezra adalah orang yang menuliskan kitab ini. Hal ini dapat dilihat dalam pasal 7. Pasal 1--6 bercerita secara kronologis mengenai kejadian sejarah, seperti raja yang memerintah pada zaman tersebut. Akan tetapi, mulai pasal 7, kata ganti orang ketiga di pasal 1--6 berubah menjadi kata ganti orang pertama, "aku". Hal ini mengindikasikan bahwa Ezralah yang menuliskan kitab tersebut. Arti nama Ezra sendiri adalah Tuhan adalah pertolongan. Sangat mungkin juga Ezra menyusun kitab ini karena Tuhan yang mengilhamkannya melalui Roh Kudus. Dari pasal 4--6 terdapat banyak dokumen yang disebutkan, seperti tulisan kerajaan atau catatan pribadi, dan ini merujuk pada hal-hal yang diketahui oleh Ezra.

Silsilah nenek moyang Ezra dapat dilihat pada pasal 7 hingga 10 generasi ke atas. Dari silsilah pada pasal 7 itu, yang menunjukkan bahwa Ezra adalah seorang ahli Taurat dan berasal dari keturunan imam besar Harun. Nama Ezra pertama kali disebut pada pasal 7 dan namanya disebut 24 kali. Pekerjaannya adalah imam, ahli kitab, pengajar Taurat, dan kemudian sebagai pemimpin bangsa Israel keluar dari tanah pembuangan kembali ke Yerusalem. Ezra lahir di Persia dan mati di Yerusalem.

Fakta penting lain yang perlu kita ketahui tentang Ezra adalah bahwa ia merupakan salah satu pemimpin rombongan bangsa Israel yang kembali ke Yerusalem. Rombongan pertama bangsa Israel dipimpin oleh Zerubabel, rombongan kedua dipimpin oleh Ezra, dan kemudian rombongan ketiga dipimpin oleh Nehemia. Disebutkan juga bahwa Ezra adalah seorang yang saleh dengan kesetiaan yang kukuh terhadap pendalaman firman Tuhan, dia seorang yang mahir akan Taurat Musa, dia juga adalah seorang yang memiliki ketetapan hati, komitmen, serta konsisten di dalam mendalami Firman Allah. Dia dipakai Allah untuk memulihkan kerohanian atau kehidupan moral bangsa Israel.

Di tengah ketidaksetiaan Israel, Ezra dipakai Tuhan untuk mengembalikan bangsanya kepada pemurnian dan pembaruan yang mutlak sesuai dengan Hukum Tuhan. Jadi, bukan hanya tentang membangun Bait Allah yang baru, tetapi juga memperbarui manusia rohani. Ezra memimpin pembaruan rohani dalam bangsa Israel sambil membangun kembali Bait Allah. Selain itu, diperkirakan Ezra juga yang menulis kitab 1 dan 2 Tawarikh.

B. Tujuan dan Tahun Penulisan

Tujuan penulisan kitab Ezra adalah untuk menunjukkan pemeliharaan dan kesetiaan Allah terhadap bangsa Israel dan memulihkan mereka pasca pembuangan di tanah Babel hingga kembalinya mereka ke Yerusalem. Tuhan menggerakkan hati raja-raja di negeri mereka dibuang, di antaranya: Koresh, Darius, dan Artahsasta. Tuhan menggerakkan hati raja-raja ini agar umat-Nya bisa kembali, menetap di negeri mereka, dan membangun Bait Suci. Selain itu, Tuhan juga menyediakan para pemimpin yang saleh dan handal untuk memimpin bangsa Israel setelah masa pembuangan, salah satunya adalah Ezra. Kitab ini diperkirakan ditulis pada 450-429 SM, yaitu pada saat Ezra sudah sampai di Yerusalem.

C. Ciri-ciri

Kitab Ezra-Nehemia merupakan satu-satunya catatan sejarah dalam Alkitab mengenai peristiwa kembalinya bangsa Israel dari tanah pembuangan. Oleh sebab itu, dari sisi kronologis, kitab ini memiliki arti yang sangat penting. Selain itu, peristiwa yang diceritakan di dalamnya juga merujuk pada nubuatan tentang Mesias yang akan datang membebaskan umat-Nya. Jika dicermati, terdapat kesenjangan waktu penulisan di antara dua bagian utama kitab ini. Kitab ini menceritakan peristiwa yang terjadi dalam rentang waktu 60 tahun. Sebagian dari kitab ini ditulis dalam bahasa Ibrani dan sebagian lainnya dalam bahasa Arab (bahasa resmi Persia saat itu).

Kitab Ezra menunjukkan dengan jelas bagaimana Allah menjaga Firman-Nya hingga penggenapannya. Ciri lainnya adalah bahwa Ezra bertindak tegas terhadap para wanita kafir, yang telah dinikahi oleh orang-orang Yahudi, termasuk para imam.

D. Garis Besar

Tema besar dalam kitab ini adalah Pemulihan Yehuda. Rombongan pertama yang kembali dari pembuangan dipimpin oleh Zerubabel. Mereka membangun Bait Allah sambal berperang mempertahankan diri dari serangan musuh. Rombongan kedua yang kembali dari pembuangan dipimpin oleh Ezra. Setelah itu, Tuhan memurnikan Israel yang telah melakukan perkawinan campur dan kemudian terjadi pertobatan massal terjadi atas bangsa Israel. Dapat disimpulkan, bahwa Ezra berfokus memurnikan segala sesuatu yang bertentangan dengan hukum Taurat.

Video (The Bible Project Kitab Ezra)
[https://media.sabda.org/video_alkitab/tbp/id/Memahami_Alkitab-Perjanjian_Lama/Baca_Alkitab__Ezra-Nehemia.mp4]

Contoh Hasil Penggalian Kitab Ezra

Dalam menggali kitab Ezra, ada baiknya kita menggunakan metode PA agar penggalian kita lebih terarah. Salah satu metode yang bisa dipakai adalah metode S-A-B-D-A [https://ayo-pa.org/metode/sabda].

Pertama-tama, kita dapat membaca bagian kitab Ezra yang hendak digali. Bahkan, bukan hanya dibaca, kita dapat mendengarkan dan menonton bagian ini. Kita dapat mencatat fakta-fakta apa saja yang ada dalam bagian kitab yang dibaca. Misalnya pada pasal 1, kita menemukan tentang fakta kembalinya mereka ke Yerusalem, kembalinya mereka untuk mendirikan Bait Allah, di mana Bait Allah harus berdiri karena kehadiran Allah harus ditegakkan dan lambang kehadiran Allah ada di Bait Allah. Lalu, pada pasal 2, kita menemukan ada perjalanan kembalinya umat, ada kembalinya mereka membawa perlengkapan rumah Allah, menghitung jumlah orang yang pulang. Peristiwa lainnya yang bisa ditemukan dalam pasal 1 dan pasal 2 ini bisa digali lebih mendalam. Misalnya, tentang Koresh, raja Persia, yang dipakai Tuhan dengan cara mengizinkan bangsa Israel pulang ke Yerusalem. Nama raja ini muncul 30 kali dalam Alkitab. Dalam kitab Yesaya pasal 44, nama raja ini sebenarnya sudah disebutkan. Betapa ajaib nubuatan firman Tuhan ini tergenapi melalui Raja Koresh (raja bangsa asing) ini. Dia berkuasa cukup singkat, antara 539 - 530 SM. Akan tetapi, dalam pemerintahan Raja Koresh ini, banyak keberhasilan yang dia lakukan, termasuk meruntuhkan kerajaan Babel saat itu. Dalam jangka waktu 1 tahun, Koresh berhasil menguasai hampir seluruh Timur Tengah, kecuali Mesir yang ditaklukkan oleh putra Koresh.

Pelajaran penting yang kita dapat simpulkan adalah bahwa Israel saat itu pulang karena kehendak dan campur tangan Tuhan. Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya, meskipun seakan-akan selama 70 tahun di Babel Tuhan tidak berbuat apa-apa untuk menolong mereka. Pada waktu dan kehendak-Nya, Tuhan mampu membangkitkan raja yang kejam untuk menghukum bangsa Israel melalui Nebukadnezar. Akan tetapi, Tuhan juga membangkitkan Raja Koresh untuk mengizinkan mereka pulang ke Yerusalem.
Aplikasi yang bisa diterapkan melalui penggalian ini adalah kita patut terus bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan berdaulat. Bahkan, Tuhan pakai raja-raja, umat-Nya, rencana-Nya, dan penggenapannya dengan cara-cara yang sangat ajaib. Aplikasi lainnya adalah ketika Tuhan menegur kita karena kebebalan hati kita, kita perlu menyadari bahwa kita yang harus bertobat dari segala kesalahan dan dosa kita. Bersyukur Ketika Tuhan masih menegur kita, Ia merancangkan yang baik dan pasti akan menolong serta memberkati kita.

"Ia adalah seorang ahli kitab, mahir dalam Taurat Musa yang diberikan Tuhan Allah Israel, dan raja memberi dia segala yang diingininya oleh karena tangan Tuhan Allah-nya melindungi dia."
(Ezra 7:6, AYT)

Kitab ini sesungguhnya akan membawa kita kembali berfokus serta membuat kita merenung terkait bagaimana kita harus selalu kembali kepada Tuhan. Dari Ezra kita belajar bahwa berkat Tuhan akan diberikan kepada orang-orang yang membaca, belajar, merenungkan, dan rindu mencari Firman-Nya. Kehidupan Ezra juga menjadi contoh akan komitmen dan konsistensi yang teguh dalam membawa umat-Nya untuk kembali murni di hadapan Tuhan. Selamat membedah kitab Ezra! Tuhan menolong kita.