SABDA Live
/ Acara / AITalks / AITalks: AI dan Gereja

Slide Presentasi

AITalks

AITalks: AI dan Gereja

16 Oct 2023

Seminar ini menegaskan bahwa AI adalah powerful tool yang harus direspons gereja dengan discernment, panduan, dan persekutuan, bukan dengan kepanikan atau adopsi buta.

Diskusi ini mengajak gereja melihat AI secara jernih dan bertanggung jawab. Para pembicara menekankan bahwa AI harus ditempatkan sebagai tool yang membantu, bukan sebagai pengganti manusia, iman, atau kehidupan bergereja. Dengan menyoroti pandemi sebagai wake-up call, percepatan adopsi teknologi, serta analogi historis dari masa Reformasi, seminar ini membangun kerangka respons yang seimbang: gereja tidak boleh anti-teknologi, tetapi juga tidak boleh larut dalam euforia. Yang dibutuhkan adalah dialog, discernment, panduan yang matang, dan komitmen untuk menjaga persekutuan sebagai ruang pertumbuhan iman. Materi ini relevan bagi pemimpin gereja, pelayan, educator, dan siapa pun yang ingin memahami bagaimana AI dapat dipakai secara bijak dalam pelayanan dan pembelajaran Kristen.

Sesi ini membahas AI dari sudut pandang gereja dan menegaskan bahwa teknologi harus dipakai sebagai alat bantu. Gereja didorong untuk mulai belajar, menilai kebutuhan nyata, memberi panduan bagi umat, dan menjaga persekutuan sebagai ruang koreksi di tengah akses pengetahuan yang makin terbuka.

  • Tempatkan AI sebagai alat, bukan pengganti.

    Respons awal yang sehat terhadap AI dimulai dari definisi yang benar: AI membantu pekerjaan, tetapi tidak mengambil alih panggilan manusia dan relasi persekutuan.

  • Pandemi memperlihatkan bahwa gereja tidak bisa terus lambat secara digital.

    Pandemi menjadi alarm yang membangunkan gereja untuk mempercepat digitalisasi dan keterlibatan dalam perubahan teknologi.

  • Kecepatan AI menuntut respons yang lebih cepat dari biasanya.

    Perbandingan pertumbuhan platform menunjukkan bahwa AI berkembang dalam tempo yang sangat singkat, sehingga penundaan belajar bisa membuat gereja tertinggal jauh.

  • Discernment lebih baik daripada reaksi ekstrem.

    Pembicara menolak dua sikap sekaligus: menerima tanpa berpikir dan menolak tanpa memahami.

  • Masalah utama bukan hanya teknologinya, tetapi siapa yang memakainya dan untuk apa.

    Pak Budi menggarisbawahi bahwa gereja harus bertanya kebutuhan dan masalah apa yang sungguh dapat ditolong oleh AI.

  • Persekutuan tetap menjadi filter penting di era AI.

    Akses instan pada jawaban tidak menggantikan proses belajar bersama, pengujian ajaran, dan pendewasaan iman di dalam komunitas.

  • Bagaimana gereja dapat membedakan antara penggunaan AI yang membantu pelayanan dan penggunaan AI yang justru menggeser tanggung jawab manusia?
  • Dalam hal apa pandemi benar-benar menjadi wake-up call bagi gereja terkait teknologi dan pelayanan digital?
  • Apa risiko terbesar jika gereja terlambat mempelajari AI, dan apa risiko terbesar jika gereja terlalu cepat mengadopsinya?
  • Jika AI bukan hanya ChatGPT, area teknologi apa saja yang perlu dipahami gereja secara lebih luas?
  • Apa yang bisa dipelajari gereja dari analogi Martin Luther tentang keterbukaan akses terhadap Alkitab?
  • Bagaimana persekutuan dapat tetap menjadi ruang pembentukan iman ketika orang bisa mencari jawaban rohani sendiri lewat AI?

  • Apakah saya cenderung takut, kagum berlebihan, atau bijak ketika berhadapan dengan teknologi baru?
  • Dalam area pelayanan atau pekerjaan saya, AI paling mungkin membantu pada bagian apa?
  • Apakah saya pernah memperlakukan teknologi seolah-olah bisa menggantikan kedewasaan, relasi, atau tanggung jawab saya?
  • Bagaimana saya dapat memakai akses pengetahuan yang lebih luas tanpa menjadi dangkal atau terlalu percaya diri?
  • Siapa komunitas atau persekutuan yang menolong saya menguji informasi dan membangun pemahaman yang sehat?
  • Jika AI sudah ada dan terus berkembang, langkah belajar apa yang perlu saya ambil mulai sekarang?

Setelah kita belajar tentang penggunaan AI untuk studi Alkitab dan Sekolah Minggu, kita semakin tahu bahwa AI dapat memberi banyak manfaat jika dipakai dengan bijaksana. Namun, bagaimana dengan gereja? Sudahkah gereja menggumulkan pemakaian AI untuk memajukan pekerjaan Tuhan? Bagaimana caranya? Yuk, cari tahu jawabannya melalui acara ini.

Lihat lebih banyak →

Tergerak Mendukung Pelayanan Kami?

Seluruh layanan SABDA Live tersedia gratis. Dukungan persembahan kasih Anda membantu operasional tim teknis dan distribusi Alkitab digital ke seluruh pelosok Indonesia.

berhasil disalin!

Kontak Kami

Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Kotak Pos 25/SLONS
Surakarta 57135 - Jawa Tengah

live@sabda.org

082133133315

Kontak YLSA

Ikuti Kami

Aplikasi SABDA