SABDA Live
/ Acara / AITalks / AITalks: AI dan Conversational Prompting

Slide Presentasi

AITalks

AITalks: AI dan Conversational Prompting

17 Sep 2024

Seminar ini menegaskan bahwa hasil AI terbaik lahir dari percakapan yang fokus, terstruktur, dan strategis, bukan dari prompt yang asal panjang.

Dalam seminar ini, peserta diajak memahami prompting sebagai keterampilan inti dalam penggunaan AI. Pembahasan dimulai dari pengenalan AI sebagai interaksi dua arah yang berbeda dari mesin pencari tradisional, lalu bergerak ke penjelasan tentang basic prompting, strategic prompting, dan media prompting. Inti pembelajaran terletak pada konsep focus: bagaimana menyusun tujuan, format, konteks, role, audience, dan kebutuhan spesifik agar AI memberi hasil yang lebih relevan dan berguna. Sesi ini sangat berguna bagi pemula yang baru mulai memakai AI maupun pengguna yang ingin meningkatkan kualitas hasil melalui percakapan yang lebih tajam, sadar, dan terarah.

Seminar ini adalah review sekaligus fondasi praktis tentang prompting. Pesan utamanya sederhana tetapi kuat: AI paling efektif dipakai sebagai percakapan dua arah, dan kualitas percakapan itu sangat ditentukan oleh focus, strategi, dan struktur prompt.

  • Gunakan AI sebagai partner dialog

    Jangan berhenti pada satu pertanyaan. Nilai AI muncul ketika pengguna menanggapi hasil, mengklarifikasi, dan melanjutkan percakapan.

  • Mulai dari focus sebelum memikirkan teknik lanjutan

    Prompt yang efektif harus jelas tentang tujuan, bentuk output, konteks, dan siapa audiensnya.

  • Role dan audience memperbaiki relevansi output

    Saat AI diberi peran tertentu dan sasaran pengguna yang jelas, jawabannya menjadi lebih sesuai kebutuhan.

  • Framework membantu prompt menjadi lebih strategis

    Formula dan struktur seperti role-task-format mempermudah pengguna merancang prompt yang konsisten.

  • Skill prompting tumbuh lewat praktik

    Pembicara menekankan bahwa workshop, eksperimen, dan pengulangan membuat pengguna semakin mahir.

  • Media prompting memerlukan pendekatan berbeda

    Teks, gambar, dan audio tidak selalu bisa diperlakukan dengan cara prompt yang sama.

  • Apa perbedaan paling mendasar antara memakai AI sebagai search tool dan memakai AI sebagai conversation partner?
  • Mengapa focus disebut sebagai fondasi dari basic prompting?
  • Bagaimana role, audience, dan konteks memengaruhi kualitas jawaban AI?
  • Apa manfaat framework seperti role-task-format bagi pengguna yang belum berpengalaman?
  • Mengapa media prompting disebut sebagai area yang lebih sulit dan cepat berkembang?

  • Saat memakai AI, apakah saya lebih sering memberi instruksi yang jelas atau sekadar mengetik pertanyaan umum?
  • Bagian mana dari prompt saya yang paling sering kurang: tujuan, format, konteks, role, atau audience?
  • Apakah saya sudah memperlakukan AI sebagai percakapan yang bisa ditindaklanjuti, atau masih seperti pencarian sekali klik?
  • Seberapa sering saya berlatih dan mengulangi prompt untuk belajar dari hasilnya?
  • Dalam konteks pekerjaan atau pelayanan saya, area mana yang paling membutuhkan conversational prompting?

Bagi Teman-teman yang sudah memakai AI, pasti tahu pentingnya membuat prompt yang baik untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Namun, pernahkah Teman-teman mendengar strategi membuat prompt yang "conversational"?

Lihat lebih banyak →

Tergerak Mendukung Pelayanan Kami?

Seluruh layanan SABDA Live tersedia gratis. Dukungan persembahan kasih Anda membantu operasional tim teknis dan distribusi Alkitab digital ke seluruh pelosok Indonesia.

berhasil disalin!

Kontak Kami

Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Kotak Pos 25/SLONS
Surakarta 57135 - Jawa Tengah

live@sabda.org

082133133315

Kontak YLSA

Ikuti Kami

Aplikasi SABDA