Tetap Waras pada Masa Pandemi

Oleh: Neti Estin

Saya dan suami merasa kurang setuju dengan pemimpin-pemimpin rohani yang mengatakan masa ini sebagai masa sulit. Di pandang dari sisi mana? Ada atau tidak ada pandemi, hidup memang penuh perjuangan. Ada atau tidak ada pandemi, kita harus tetap bekerja. Jadi tetap bersikap ''waras'' adalah membetulkan pikiran-pikiran yang keliru dan bertindak sesuai dengan iman kita. Meski berita-berita yang kita dengar kurang mengenakkan, kita harus tetap berpikir positif. Tak perlu khawatirkan apa pun jika kita punya iman dalam Kristus Yesus.

Program-program SABDA Live adalah sarana yang baik untuk kita belajar mengubah pikiran-pikiran kita. Kita punya faktor-faktor pendukung yang pasti berbeda dengan seminar-seminar lain. SABDA punya sarana untuk mendidik. Menurut saya, mengikuti seminar-seminar di SABDA Live, khususnya konseling, akan membantu kita menerapkan hal-hal praktis sehari-hari dan ini free. Sebelum pandemi, sewaktu saya masih remaja, saya suka sekali mengikuti retreat-retreat di gereja dan persekutuan Kristen Perkantas. Di sana saya belajar banyak mengenai tema-tema yang dibahas. Sekarang itu tidak bisa dilakukan. Jadi menurut saya, SABDA Live bisa menggantikan retreat dan seminar-seminar kepribadian. Dengan begitu, ini dapat menolong kita untuk tetap "waras" pada masa pandemi.

Saya juga bersyukur diberi kesempatan untuk menyampaikan presentasi dengan topik "Tetap Waras pada Masa Pandemi" ini. Pandemi bukan alasan untuk kita tidak dapat menikmati hidup ini. Ada banyak cara yang Tuhan berikan dalam hikmat-Nya untuk kita tetap sehat dan produktif di tengah masa-masa sulit ini. Banyak orang yang justru menjadi makin "sehat" secara rohani dan mental karena didorong untuk lebih kreatif dalam mengusahakan pertumbuhan rohani dan pengembangan diri mereka. Jadi, mau waras atau mau sakit pada masa pandemi ini adalah pilihan kita. Tetap semangat! Tuhan Yesus memberkati.